Menteri Enggar : Aturan e-Commerce Segera Terbit

 

Meningkat dan berkembangnya pangsa pasar dunia digital turut serta dengan berubahnya konsumsi masyarakat yang bertransmigrasi dari tradisional ke e-commerce. Dari data yang pengguna media sosial, pasar e-commerce Indonesia menempati peringkat 5 besar di seluruh dunia dan akan terus berkembang.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita berbicara tentang perkembangan e-commerce dalam acara Seminar dan Rakernas APPBI 2018. Menurutnya Kementerian Perdagangan akan segera mengeluarkan aturan untuk e-commerce terkait maraknya produk asing pada marketplace.

Enggar berharap nantinya kesetaraan antara penjual online dan offline. Untuk itu, Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) saat ini tengah disusun oleh Kementerian Perdagangan.

“Jadi gini e-commerce kan suatu keniscayaan tetapi sekarang kita coba upayakan ada level yang sama antara online dan offline. Sekarang RPP tengah dalam proses penyusanan dan pak Menko (Darmin Nasution) akan segera mengundang untuk membahas finalisasinya,” jelas Enggartiasto saat ditemui di kawasan Jakarat Selatan, Kamis (12/04/2018).

Enggar juga menuturkan bahwa RPP disusun salah satunya untuk mewajibkan penyelenggara perdagangan secara elektronik (e-commerce) menjual 80% produk lokal. Ini bertujuan untuk mencegah banjirnya produk impor pada e-commerce yang beroperasi di Indonesia.

Ia juga menjelaskan tentang pajak penghasilan Industri kecil menengah (IKM) yang semulai 1 % menjadi 0,5% akan segera dikeluarkan. Enggar pun berpesan kepada para pengusaha baik online dan offline agar menyesuaikan keinginan konsumen agar tetap maju menjalankan bisnisnya.

“Saat ini kan gaya hidup sudah mengalami pergeseran untuk pengusaha diminta mengikuti pasar dan keinginan konsumen. Ini penting agar bisnis mereka tidak mundur,” kata dia. Seperti dikutip dari laman cnbcindonesiacom.

Share your thoughts